Sinopsis Drama Korea Beauty Inside Episode 6


“Sejak kali pertama gejalaku muncul, tidak pernah seharipun aku merasa ini tidak adil. Tapi aku tidak bisa hanya duduk diam.. menangis selama 10 tahun. Aku terbiasa disalahpahami.”
Se Gye dijauhi temannya yang kecewa karena Se Gye tidak datang ke pesta pernikahannya, padahal dia sudah menunggu Se Gye dan memerkan pada mertuanya. Sebenarnya, Se Gye datang ke pesta itu, tapi saat itu dia tengah berubah jadi orang lain, sehingga temannya dan bahkan orang lainpun tidak bisa mengenalinya.
Ini bukan pertama kalinya. Dulu, saat ibunya habis operasi, ibunya juga mengomel pada Se Gye karena anaknya sendiri bahkan tidak menjenguknya ke rumah sakit. Padahal, sebenarnya Se Gye berada disana sebagai seorang nenek-nenek. Duduk, bercerita dan mengupaskan buah untuk ibunya. Pernah juga, saat Se Gye berubah menjadi seorang pria, dia masuk ke toilet pria, tapi tiba-tiba dia berubah menjadi aslinya lagi hingga semua pria di dalamnya marah dan mengusir Se Gye.
 Entah berapa banyak kesalahpaman dan kesedihan yang dialami Se Gye karena masalah ini, dan entah berapa banyak pula teman dan orang yang kesal karena ini, tapi tidak ada yang bisa dia perbuat selain tetap menjalani hidupnya yang menyedihkan.
Aku pikir aku sudah terbiasa. Tapi, aku tidak pernah memperkirakan hal semacam ini terjadi.
****
Sekarang, kesalahpaman lain baru saja dimulai. Ibu Do Jae dilarikan ke rumah sakit. Sebentar dia sadar, kemudian pingsan lagi begitu melihat pria muda yang berada di dekat Do Jae. Tampaknya dia masih syok membayangkan anaknya seorang gay. Do Jae meminta Se Gye agar pulang saja, karena jika Se Gye terus disana, mungkin ibunya bisa mati. Se Gye sendiri merasa sangat sedih telah membuat kekacauan ini.
beautyinside
beautyinside
Do Jae hendak menyentuh wajah Se Gye untuk menenangkannya tapi dia mengurungkannya. Tampaknya Do Jae masih kebingungan dan belum sepenuhnya percaya, tapi dia bisa melihat kalung itu melekat di leher Se Gye. Do Jae memberikan kartu rumah dan meminta Se Gye pulang ke rumahnya. Do Jae mengatakan kalau password rumahnya adalah tanggal ultahnya, jadi jika itu benar Se Gye, maka dia akan tahu.
Beberapa lama kemudian, ibu Do Jae sudah siuman dan langsung memarahi Do Jae. Ibunya masih tidak percaya Do Jae melakukan hubungan itu dengan seorang anak laki-laki bermur 18 atau mungkin 19 tahun. Do Jae mengatakan kalau itu tidak seperti yang ibunya bayangkan, tapi dia berjanji akan menyelesaikannya sendiri. Tetap saja ibunya marah.
beautyinside
beautyinside
Profesor Kang datang dan bertanya apa yang mereka debatkan. Ibu Do Jae hanya memperlihatkan tampang kesal karena dia bahkan tidak memiliki keberanian mengatakan anaknya seorang gay kepada siapapun. Wanita itu sedikit tenang saat dikasih bunga, tapi kemudian dia sedih lagi, dia bahkan berteriak karena masih syok. Kakek tiba-tiba datang dan bertanya dengan cemas apa yang membuat putri kesayangannya pingsan seperti ini.
“Ayah, aku menginginkan sesuatu.” Cecar ibu Do Jae. Kakek bertanya apa yang tengah diinginkan putrinya.
“Se Gye. Se Gye, aku menginginkan dia sekarang juga.” Ucap ibunya yang membuat semua orang kaget.
Joo Hwan menelpon Do Jae, momennya tepat sekali di saat Do Jae ingin menghindari ibunya. Do Jae langsung pura-pura bahwa Joo Hwan memintanya segera ke kantor karena ada yang perlu dibereskan. Kakek kesal kenapa Do Jae pergi disaat ibunya tengah sakit. Do Jae mengatakan kalau kakeknya tidak mengerti, jika dia terus berada disana mungkin itu yang membuat ibunya jatuh sakit lagi.
beautyinside
beautyinside
Sementara ibunya tampak menceloteh sendiri. “Se Gye-ya, aku bersalah padamu. Oh, Se Gye-ya.”
Haha. Ibu Do Jae yang malang.
Di lain sisi, ponsel Woo Mi hendak jauh tapi Se Gye dengan sosok pria tampannya langsung menangkap ponsel itu untuknya. Woo Mi sangat senang bertemu dengan pria setampan itu. Woo Mi memberikan kartu namanya dan berharap pria muda itu mau menjadi artisnya karena selama ini, orang dengan kriteria seperti inilah yang dia cari. Jika dia mau, Woo Mi berjanji akan mengirimnya ke Cannes. Se Gye mengatakan kalau dia harus memberi tahu ibunya dulu soal ini. Se Gye menelpon seseorang.
Ponsel Woo Mi berdering, itu dari Se Gye. Woo Mi kesal dengan Se Gye yang memanggilnya di kondisi yang tidak tepat. Woo Mi mematikan panggilan Se Gye dan kembali fokus ke pria tampan itu. Woo mengatakan kalau baru saja Se Gye menelponnya. Dia adalah seorang artis terkenal, jika pria tampan itu mau bergabung dengannya, maka Woo Mi berjanji juga akan menjadikannya artis terkenal layaknya Se Gye. Se Gye hanya cengengesan dan kembali mengatakan kalau dia harus menelpon ibunya dulu untuk meminta persetujuan. Dia kembali menelpon dan ponsel Woo Mi kembali berdering. Se Gye menatap Woo Mi, angkatlah, bu!”
beautyinside
beautyinside
Haha, akhirnya Woo Mi sadar bahwa pria tampan itu ternyata Se Gye. Woo Mi tidak habis pikir, kalau ternyata dia tetap menginginkan Se Gye menjadi artinya meskipun sudah berganti wajah. Se Gye bercerita kalau dia baru saja sudah membuat seseorang pingsan. Se Gye menceritakan tentang dia dan Do Jae yang tidur bersama. Bukannya marah, Woo Mi tampak senang dan bahkan memeluk Se Gye karena itu artinya Se Gye sudah tumbuh dewasa. Sementara Se Gye sendiri terlihat masih khawatir karena hidupnya terasa mau tamat karena masalah ini.
beautyinside
beautyinside
Joo Hwan mengabarkan sebuah kabar buruk kalau One Air (maskapai tempat Sa Ra bekerja) tengah melakukan serangan dengan melakukan promosi besar lebih awal. Para pelanggan tampak antusias, sehingga tidak heran jika peminat One Air meningkat tajam. Do Jae bertanya, lalu apa yang bisa kita siapkan sebagai serangan balik?
Joo Hwan mengaku belum ada persiapan khusus, tapi dewan direksi mempertimbangkan untuk meningkatkan kualitas layanan kelas satu, dan Direktur Kim tampaknya menyukai ide itu. Do Jae pun melakukan rapat dengan dewan direksi, termasuk direktur Kim. Direktur Kim dan Do Jae tampak saling beradu argument. Do Jae merasa ide direktur Kim untuk meningkatkan kualitas layanan kelas satu tidak akan begitu berhasil karena meningkat kualitas layanan adalah sebuah kepastian dan memang perlu dilakukan bahkan sejak kemaren. Do Jae memberikan pendapat kalau dia akan menghadirkan Cinderella –maksudnya Se Gye dalam event ini. Direktur Kim mengejek Do Jae, apakah Do Jae bermaksud bekerja dan berkencan disaat yang bersamaan?
beautyinside
beautyinside
Do Jae membenarkan. Kenapa tidak? Jika itu bisa bekerja kenapa tidak? Jika direktur Kim mau, dia juga bisa bekerja sekaligus berkencan. Direktur Kim tidak berkutik lagi dan membuang pulpennya dengan kesal.
Sa Ra menyetir dengan kesal. Dia baru saja bertemu dan makan siang bersama pejabat-pejabat di perusahaan. Mereka memuji Sa Ra karena event Sa Ra sukses besar, hanya saja Sa Ra tidak tahan berada di sana karena para ahjussi itu juga sedikit menyinggung perasaannya. Sa Ra menghentikan mobilnya di tempat cuci mobil otomatis dan dan disana dia masih tampak kesal. Sa Ra tampak menangis dan marah. Setelah mobil selesai dicuci, Sa Ra membuka kaca mobil dan bertanya berapa dia harus bayar. Dia kaget ternyata petugas itu adalah Eun Ho. Haha, tampaknya Eun Ho benar-benar serba bisa.
beautyinside
beautyinside
Eun Ho mengatakan kalau Sa Ra tidak apa-apa tidak bayar asalkan mau mentraktirnya kopi. Sa Ra dan Eun Ho pun kemudian pergi ke sebuah restoran. Sa Ra memakan Steak sementara Eun Ho hanya dipesankan kopi. Eun Ho berpikir, seharusnya dia juga makan steak. Sa Ra  tidak memesankan makanan untuk Eun Ho karena Eun Ho bilang hanya ingin minum kopi. Sa Ra sendiri merasa lapar karena baru saja dia makan di tempat yang menjijikkan jadi dia tidak sanggup mengunyah makanan itu. Eun Ho bertanya apakah Sa Ra baru saja menangis? Sa Ra membantah, tapi kemudian dia mengakui kalau dia menangis karena pria.
beautyinside
beautyinside
Eun Ho tidak habis pikir, karena sebelumnya dia pikir Sa Ra adalah tipe orang yang membuat pria menangis. Sa Ra lalu membahas hubungan Eun Ho dengan Se Gye. Eun Ho mengatakan kalau dia hanya berteman. Lalu, bagaimana dengan Se Gye dan Do Jae yang pura-pura pacaran? Hm, tampaknya Sa Ra mulai masuk ke pertanyaan intinya.
Jawaban Eun Ho masih sama. Eun Ho meminta Sa Ra bertanya langsung pada Se Gye jika ada yang ingin dia tanyakan. Sa Ra sedikit kesal karena masih tidak mendapatkan jawabannya.
Lalu, bagaimana dengan kau? Apakah kau sungguh tertarik padaku? Tanya Sa Ra.
Eun Ho mengatakan kalau dia tidak menyukai Sa Ra. Sa Ra tampak sedikit kecewa. Lalu, kenapa Eun Ho sering muncul dihadapannya beberapa waktu belakangan ini? Menanyakan nomornya dan menghubunginya?
Eun Ho tertawa, “kurasa itu kesalahpahaman. Aku tidak menyukai orang jahat.”
beautyinside
beautyinside
Sa Ra tampak kecewa dan kesal dengan jawaban Eun Ho yang begitu jujur.
Eun Ho tiba-tiba mendapat pesan dari Se Gye untuk membawa Kingkang padanya. Eun Ho langsung pamit setelah mengucapkan terimakasih atas traktiran kopinya.
 “Begitu pula denganku. Aku juga tidak menyukai orang baik!”
Malamnya, Woo Mi, Eun Ho, dan Se Gye tampak minum bersama. Mereka berbincang bincang mengenai Se Gye yang tidur di mana malam. Woo Mi mengajaknya tidur bersama tapi Se Gye menolak, bukannya Woo Mi melihat kondisinya sekarang? Dia adalah seorang pria, jadi tidak mungkin tidur dengan Woo Mi dalam kondisi seperti ini. Setelah itu, A Ram, adiknya Eun Ho datang dan langsung tertarik dengan Se Gye. A Ram bertanya siapa namanya dan apa kesukaannya. Eun Ho sedikit khawatir karena adiknya selalu menyukai pria-pria tampan. Woo Mi mengisyaratkan agar membiarkannya saja karena ini toh akan segera berakhir.
beautyinside
beautyinside
Se Gye datang ke rumah Do Jae dalam keadaan mabuk. Masih dengan tubuh prianya. Se Gye setengah sadar menceloteh bagaimana kabar ibu Do Jae, dari pagi ibunya sudah menghubunginya sebanyak 20 kali dan dia tidak mengangkatnya. Do Jae mengatakan kalau semuanya baik-baik saja karena ibunya bahkan pernah mengalami yang lebih buruk dari ini. Se Gye jatuh di sofa dan mengatakan kalau dia membawa Kingkang untuk tidur bersamanya. Do Jae menolak, tapi Se Gye mengingatkan kalau Do Jaelah yang akan lebih banyak menderita jika mereka ketahuan, jadi ada baiknya Do Jae tidak macam-macam.
Se Gye menarik kaosnya ke atas yang membuat perutnya kelihatan. Do Jae menyuruh Se Gye berhenti bertindak seperti itu.
Apa salahnya? Kita kan sama-sama pria? Ah, lihat matamu, kau kelihatan memiliki pikiran kotor dan bernafsu bukan? Se Gye terus memperolok-olok Do Jae.
beautyinside
beautyinside
Do Jae kesal masuk ke kamarnya. Dia berpikir mungkin ada baiknya mereka berbicara saat Se Gye tidak mabuk. Besok paginya, Do Jae keluar dari kamar mandi dengan hanya pakai handuk. Se Gye menutup matanya dan marah kenapa Do Jae hanya pakai handuk di hadapanya.
Do Jae mengatakan, apa salahnya? Kita kan sama-sama pria? Semoga kau tidak lupa dengan ucapan mu semalam. Do Jae juga masuk ke kamar mandi saat Se Gye tengah bercukur dan saat Se Gye marah, Do Jae hanya mengatakan kalau mereka sama-sama pria jadi kenapa harus sungkan? Haha, tampaknya Do Jae balik mengerjai Se Gye.
beautyinside
beautyinside
Do Jae lalu membantu dan mengajarkan Se Gye mencukur kumisnya sendiri. Se Gye memuji keahlian Do Jae dalam mencukur kumis dan dia berjanji suatu saat akan balik mencukur kumis Do Jae juga. Setelah selesai mandi, Se Gye lalu mencari baju yang cocok tapi dia tidak menemukannya selain seragam SMA Do Jae. Diapun akhirnya memakai seragam SMA dan pergi ke penjual tteokbokki kesukaannya. Sebenarnya saat ini Se Gye kesal karena Do Jae sempat mengatakan kalau dia tidak nyaman dengan keberadaan Se Gye dirumahnya saat Se Gye bertanya apakah dia membuat Do Jae tidak nyaman.
Se Gye melihat beberapa siswa laki-laki yang tengah membeli makanan juga sambil menggosipkan tentang seorang gadis yang menyukainya tapi dia miskin. Sehingga dia tidak bisa mendapatkan banyak uang darinya.
beautyinside
beautyinside
Se Gye melihat ke gadis yang nangis di sampingnya. Ternyata gadis itu adalah gadis yang tengah mereka bicarakan. Se Gye menghampirinya dan Se Gye baru paham kalau dia adalah Ga Young, murid yang dulu tampil di acara pemberian donasi, murid yang hampir dilecehkan oleh Ceo Kim. Se Gye bertanya apakah dia harus menghajar mereka dan membuat mereka menyesal?
Ga Young berhenti menangis dan bertanya, “Siapa kau?”
Hanya seseorang yang kebetulan suasanya hatinya buruk. Sejujurnya, aku.. membenci para pria yang memainkan hati para gadis.”
Di rumahnya, Eun Ho diomeli ibunya begitu ibunya tau kalau Eun Ho benar-benar berencana menjadi seorang pendeta. Ada begitu banyak profesi untuk membantu orang lain, kenapa harus pendeta? Jika menjadi pendeta, itu artinya Eun Ho siap tidak bertemu dengan keluarga dan teman-temannya selama bertahun-tahun. Ibunya menentang keras Eun Ho menjadi pendeta, bahkan jika Eun Ho tetap bersikukuh menjadi pendeta, maka dia tidak akan dianggap putranya lagi.
beautyinside
beautyinside
Eun Ho lalu ke rumah Sa Ra untuk bersih-bersih. Saat bekerja, dia masih memikirkan tentang ibunya yang menentang keinginannya untuk menjadi pendeta. Tiba-tiba Sa Ra datang dan melihat Eun Ho dengan pandangan kaget. “Hah? Orang yang kucari ke mana-mana berada di rumahku sepanjang waktu.” Gumam Sa Ra. Eun Ho juga sedikit kaget ternyata rumah besar itu adalah rumah Sa Ra.
Do Jae mencoba mengingat nama-nama ikannya tapi dia tidak pernah berhasil menyebut semuanya, yang dia ingat hanyalah ikan mencolok yang diberikan Sa Ra. Joo Hwan yang melihatnya hanya kesal sendiri. Do Jae lalu bertanya, “Pernahkah kamu bergairah saat melihat tubuh pria lain?”
Joo Hwan kaget mendengar pertanyaan itu. Pernyataan gila macam apa itu? Joo Hwan langsung menyilangkan tangan di dadanya dan merasa khawatir saat Do Jae mendekatinya. Do Jae mengatakan kalau maksud pertanyaannya bukan seperti yang ada di pikiran Joo Hwan. Tiba-tiba Do Jae mendapat panggilan dari kantor polisi kalau anaknya terlibat perkelahian. Anaknya? Do Jae penasaran siapa kira-kira orang yang mengaku sebagai anaknya?
Se Gye tampak duduk dengan Ga Young sementara Min Ho dan teman-temannya duduk bersama orangtuanya masing-masing dengan wajah babak belur. Ibu Min Ho menghampiri Do Jae dan menerka pasti anaknya itu adalah anak dari hubungan luar nikah sehingga begitu berandal. Ibu-ibu yang lain juga memarahi Do Jae dan anaknya yang tampan itu dan bertekad membawa kasus ini ke hukum.
beautyinside
beautyinside
Se Gye menjelaskan bahwa justru anak mereka yang mengarahkan tinju duluan, karena Se Gye pintar menghindar, akhirnya justru mereka yang jatuh seperti orang bodoh. Mendengar itu, Min Ho balik memarahi Se Gye.
Do Jae akhirnya bertindak. Dia memberi kode pada Se Gye untuk pura-pura sakit parah. Se Gye yang memahaminya langsung menjatuhkan diri ke lantai dan pura-pura kesakitan. Ibu-ibu itu mengomel dan kesal dengan kepura-puraan Do Jae. Do Jae lalu memberikan kartu namanya dan ibuk-ibu itu langsung kaget begitu melihat Sun Ho Grup, T Road Air di kartu nama itu. Mereka gemetar dan langsung bersikap lembut dan balik memarahi anak mereka masing-masing.
Ga Young beterimakasih pada Se Gye karena sudah membantunya. Sepertinya gadis ini jatuh cinta pada kebaikan hati Se Gye karena membantunya membalas pria jahat itu. Ga Young lalu meminta no ponsel Se Gye tapi Se Gye mengatakan kalau dia hendak kuliah ke Perancis, dia ingin ke Cannes. Mereka lalu mengucapkan salam perpisahan dengan bahagia.
beautyinside
beautyinside
Di atas mobil, Se Gye tampaknya masih ngambek dengan Do Jae atas ucapan Do Jae yang mengatakan kalau Se Gye membuatnya tidak nyaman. Do Jae hanya menggeleng-geleng kepala. Se Gye katanya marah tapi menelponnya ketika ada masalah. Haha. Do Jae lalu menjelaskan kalau dia sama sekali merasa tidak nyaman dengan Se Gye. Walau manapun Se Gye berubah, dia tetap bisa melihat bahwa itu adalah Se Gye, bukan orang lain. Jadi untuk apa dia merasa tidak nyaman?
Se Gye yang mendengarnya jadi tenang dan balik meminta maaf karena salah paham.
Di lain sisi, Eun Ho tampak sedang berbincang dengan Sa Ra tentang Eun Ho yang tidak sengaja merusak lampu. Eun Ho mengatakan kalau dia siap tetap bekerja dengan Sa Ra sebagai gantinya, tapi Sa Ra menolak dan meminta Eun Ho menggantinya dengan uang saja. Eun Ho memohon karena dia tidak punya uang, dan ditambah lagi dia akan menjadi seorang pendeta.
Pendeta? Tanya Sa Ra kaget.
beautyinside
beautyinside
Eun Ho mengatakan kalau dia akan menjadi seorang pendeta sesungguhnya. Karena itulah dia tidak tertarik dengan wanita, termasuk juga Sa Ra. Karena Eun Ho terus memohon, akhirnya Sa Ra mengalah dan membiarkan Eun Ho tetap bekerja di rumahnya.
Beberapa waktu berlalu. Wajah Se Gye sudah normal kembali dan dia sudah tidak tidur bersama Do Jae. Do Jae berpikir tentang Se Gye dan itu membuatnya tersenyum. Do Jae ternyata mengingat kenangan-kenangannya saat tinggal bersama Se Gye-saat dia masih menjadi pria. Se Gye mengantarnya ke depan saat ke kantor, mereka makan bersama, nonton bersama, dan bahkan untuk pertama kalinya dia memotret Se Gye dengan wujud prianya. Semua itu membuatnya bahagia.
beautyinside
beautyinside
Se Gye ternyata juga memikirkan kebersamaan mereka selama ini. Kejadian-kejadian aneh terjadi setiap hari. Aku makan dengan santai bersama seseorang. Aku tidak menjadi kesal dari bercanda dengan seseorang.Kami mengenali satu sama lain seolah telah lama saling mengenal. Segalanya dilalui begitu manis.. sehingga hari-hari itu terasa lebih istimewa. Dan…..untuk pertama kalinya, aku menyesal telah kembali.
Hari ini, Se Gye telah berubah menjadi dirinya lagi. Dia bahkan sudah mulai menjalani pemotretan untuk T Road Air dengan memakai baju pemotretan. Fotografer menebak pasti Se Gye tengah jatuh cinta karena Se Gye terlihat begitu senang dan bersemangat.
Se Gye mendapat telpon dari ibu Do Jae. Wanita itu tampak lega Se Gye mengangkatnya dan langsung mengajaknya ketemuan. Se Gye masih khawatir bertemu dengan ibu Do Jae karena dia pasti akan megomelinya. Ternyata bertentangan dengan dugaannya, Ibu Do Jae justru membawakan banyak hadiah untuk Se Gye dan meminta maaf karena dulu pernah kasar dengan Se Gye.  Se Gye kaget, apa yang membuat ibu Do Jae jadi baik begitu? Bahkan yang paling mengejutkan wanita itu juga meminta Se Gye untuk tetap bersama dengan Do Jae. (Haha, tampaknya ibunya lebih memilih Do Jae pacaran dengan Se Gye dibandingkan menjadi gay)
beautyinside
beautyinside
Ibu Do Jae juga memberikan sebuah kotak dimana isinya adalah sepatu Se Gye yang t
ertinggal saat acara penganugrahan. Wanita itu memegang tangan Se Gye, “Untuk menemukan Cinderella, kurasa aku harus membawakannya sepatu yang hilang. Maukah kau... menjadi Cinderella-ku?”
Se Gye tidak mampu berkata apa-apa karena kaget.
Di rumahnya, Se Gye memajang fotonya saat dimana dia berubah menjadi pria SMA kemaren. Dia sedih, dengan wajah itu dia bertemu Do Jae setiap hari, tapi dengan wajah aslinya, dia bahkan sangat jarang bertemu Do Jae.Tampaknya Se Gye mulai merindukannya. Se Gye kemudian menelpon Do Jae dan mengatakan kalau even hari ini berjalan dengan lancar. Se Gye bertanya, apakah untuk berikutnya Do Jae bisa datang? Bukankah direktur biasanya menghadiri event yang mereka buat?
Do Jae menebak apakah Se Gye merindukannya? Se Gye membantah tapi dia tidak ingin Do Jae mangakhiri panggilannya. Se Gye bertanya soal menara pengendali. Do Jae lalu mengajaknya kesana jika Se Gye tidak bisa tidur.
Merekapun lalu bertemu dan pergi ke menara pengendali. Do Jae bercerita kalau itu adalah menara pelatihan yang dibuat oleh kakeknya. Cara mereka melatih para pengendali dari sana. Setelah masuk, Se Gye sangat kagum melihat banyak pesawat di dalamnya. Di atas sana, mereka bisa melihat kondisi kota yang begitu indah. Do Jae lalu bercerita kalau dia sering ke tempat ini untuk memeriksa dan memastikan semuanya aman. Se Gye kagum karena meskipun Do Jae adalah pemiliknya, tapi dia tetap mau bekerja keras. Do Jae mengatakan kalau ini adalah sesuatu yang menarik untuknya.
beautyinside
beautyinside
Karena terbawa perasaan, Se Gye mencium Do Jae. Begitu sadar, Se Gye menarik diri dan meminta maaf. Tapi Do Ja justru menarik balik Se Gye dan menciumnya.

Sinopsis Drama Korea Beauty Inside Episode 7





loading...